Yang kau lalui itu bukan sebuah masalah, tapi pengalaman

Siapa yang tidak pernah menghadapi berbagai macam lika-liku kehidupan? semua pasti pernah merasakannya.
Hidup memiliki momennya masing-masing, masa senang, sedih, bahagia, sulit dan hal-hal lainnya.
Masa-masa sulit yang mungkin sedang kamu lalui: atasan yang tidak suka denganmu, bisnis yang hidup segan mati tak mau, berantem sama pasangan, keuangan yang makin hari makin terasa paceklik, tidur enggak pernah nyenyak, banyak pikiran, patah hati, sakit berat, dan hal lain yang membuatmu memandang seolah-olah hidup ini enggak adil.
Beberapa orang sering merasa capek, marah, frustasi, mungkin kamu juga melakukannya, lalu kamu mengambil tindakan sesuka hati tanpa pertimbangan.
Padahal, kita selalu punya pilihan, karena dalam kehidupan, kamulah yang mengontrol pilihan-pilihanmu:

Lari dari masalah-masalah yang terasa membebani

Resign dari kerjaan, putus dengan pasangan, atau mencoba berhenti untuk khawatir, banyak jalan yang bisa kamu pilih untuk keluar dari sebuah pengalaman yang kamu sebut masalah.

Mengabaikan masalah

Tidak memikirkannya dan mencoba untuk terus berpura-pura bahwa tidak ada yang salah, memikirkan hal-hal lain yang indah-indah juga menyenangkan.

Membuat dirimu nyaman

Keluar rumah, nonton, makan, buka sosmed, main game, minum, merokok dan hal-hal lain yang dapat mengalihkan pikiran-pikiranmu dari berbagai kesulitan.

Mengeluh

Komplain kepada dunia bahwa hidup ini tidak adil, marah-marah enggak jelas, menyalahkan orang lain, ngeselin.
Dan banyak perilaku lainnya yang sering dilakukan oleh berbagai karakter manusia, atau mungkin kamu juga salah satunya?
Sebenarnya, enggak ada yang salah dengan perilaku-perilaku tersebut, terkadang curhat juga bisa membantumu untuk menenangkan diri, beristirahat sebentar juga bisa menjadi ide yang masuk akal.
Tapi, dengan berusaha menghindari masalah, menjauh, membuat diri tetap nyaman juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik, karena hal itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang kamu lewati, walaupun kita telah mengusahakan yang terbaik, banyak hal-hal lain didepan yang mungkin menunggu kita.
Sudut pandang yang benar-benar bisa membantu disaat kamu merasa tersakiti, sedih, marah, kesal, galau adalah dengan berfikir bahwa apa yang kamu alami bukanlah sebuah masalah, tetapi pengalaman.
Cobalah untuk benar-benar hidup dan merasakan momen disaat kamu marah, sakit ataupun sedih.
Berhenti menghindari, jangan pernah menyangkalnya, biarkan dirimu merasakan sepenuhnya yang kamu alami.
Just feel it.
Disaat kamu merasakannya, jangan menganggap perasaan-perasaan itu sebagai masalah yang perlu kamu pecahkan, yang harus kamu singkirkan. Tetapi anggap sebagai pengalaman berharga yang mungkin orang lain tidak miliki.

Sadari sepenuhnya bahwa itu bukan masalah, tetapi pengalaman.

Hanya itu, pengalaman, rasa. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.
Yang kamu lewati sudah menjadi pengalaman, dan itu bukan tentang kebaikan ataupun keburukan, tetapi sebuah pengalaman, ya mungkin enggak terasa baik, tapi enggak masalah.
“To be fully alive, fully human, and completely awake is to be continually thrown out of the nest.” ~Pema Chodron
Enggak semua pengalaman terasa baik. Karena terkadang kita juga perlu untuk merasakan sedih untuk benar-benar bisa memaknai kebahagiaan.
Atau kita perlu kehilangan untuk benar-benar bisa menghargai keberadaan.
Semua yang kamu lalui adalah bagian dari pengalaman, tidak perlu dilawan, tidak perlu dilupakan, rapikan kenangan-kenangan itu, jadikan pengalaman, jadikan pelajaran hidup.
Rasakan rasa yang kamu rasakan, dengan hati yang lapakan, hidup di saat ini, izinkan semua rasa itu masuk kedalam hatimu, tidak perlu ada penilaian, nikmati aja setiap rasa yang mengalir.
Terkadang kamu baru bisa merasakan kedamaian setelah benar-benar bisa merasakan setiap rasa yang ada, belajar menerima, lapang dada, menikmatinya, dan ikhlas.
Cintai setiap rasa itu, nikmati rasa setiap rasa yang ada, oke?

Leave a Reply