Mengapa Anda Merokok? Merokok Itu Buruk?

Mengapa anda merokok, hmmm, tidak jarang disaat santai dan bersahaja, ngumpul bareng temen, nongkrong diwarung kopi, selalu saja ada pertanyaan berulang yang jika dihitung-hitung mungkin sudah yang ke-2058 kali.

Mengapa Anda merokok?

Hmmm, bukan hal yang sulit menjawab pertanyaan dengan pola seperti ini, aku hanya bisa tersenyum dan berkata “Ya gimana ya…”.



Bagi para filosofis merokok adalah sumber inspirasi yang hakiki, bagi anak-anak SMA mungkin jawabannya menjadi “Biar Keren”, atau jika ditanya kebapak-bapak diwarung kopi jawaban yang diberikan adalah “Biar enak mikir” dan jika ditanyakan ke orang-orang club motor anda akan menerima jawaban “Biar mudah bergaul, jumpa temen-temen baru hasil dari pinjem korek api”.

“Hei pak, pake rokok dulu ya?”
“Cepat kali, selo napa, rokok dulu sebat”
“Pake mancis ya”
“Bang, pinjem mancis bang”
Demikian kata-kata yang tak jarang diucapkan di dunia para perokok.

Tak jarang juga beberapa teman yang seolah-olah menjadi ahli matematika pemenang olimpiade sains sedunia menjelaskan berapa banyak uang yang dikeluarkan jika merokok, dengan mengkalinya seminggu, sebulan, setahun hinggal puluhan tahun yang hasilnya ternyata fanstastis dan bisa dijadikan sebagai modal nikah atau membeli rumah.

Padahal, orang yang sudah insyaf dan memutuskan untuk berhenti merokok juga tidak kelihatan kemana uangnya saat membandingkan dengan dirinya dimasa masih merokok.

mengapa anda merokok

Namun, bagi saya sendiri…

Merokok bukanlah hal yang baik yang bisa diberikan berbagai statement sebagai pembenaran, jadi keren, mempermudah pergaulan, biar bisa mikir & sejenisnya.

Selain itu, ada beberapa poin bahwa kebiasaan merokok menjadi penyumbang penyakit terbesar di dunia,

Paparan dari meetdoctor misalnya, merokok bisa membuat:

– PPOK atau penyakit yang berpengaruh kepada paru-paru(Penyakit paru obstruktif kronik)
– Penyakit Kanker Paru-Paru
– Penyakit Jantung
– Kanker Mulut, Hidung, Tenggorokan, darah, kandung kemih, ginjal, pankreas

Perkara yang dilihat dari sisi negatifnya, pasti akan selalu memiliki kekurangan, bahkan nasi, gula, garam dan hal-hal yang kita konsumsi sehari-hari juga memiliki dampak yang negatif.

Dan, apakah dengan begitu merokok menjadi hal yang buruk? Tidak juga.

Belakangan ini banyak penelitian yang memaparkan bahwa ada hal-hal positif yang berdampak kepada para perokok.

Contohnya, penelitian yang dilakukan oleh beberapa Universitas berikut:
– Merokok bisa menurunkan resiko penyakit parikson( Jurnal Thrombosis Research edisi Otober 2010)
– Merokok bisa menurunkan resiko obesitas(Journal Physiology & Behavior pada Juli 2011)
– Merokok sebagai penekan selera makan(Garfinkel dan Bofetta-1990)
– Merokok membantu obat jantung clopidogrel bekerja dengan lebih baik(Journal Thrombosis Research –Oktober 2010)

Dan jika riset lebih lanjut, akan banyak penelitian-penelitian yang memaparkan bahwa merokok menjadi hal yang positif.

Dilirik dari segi ekonomi, cukai rokok juga menjadi salah satu sumbangsih pajak terbesar di negara Indonesia, pertahun 2017 cukai rokok menyumbang APBN hingga mencapai Rp 149,9 triliun, bahkan di 2018 pemerintah menargetkan cukai rokok mencapai  Rp 155 Triliun.

Lalu, bagaimana sebenarnya dampak dari kebiasaan merokok?
Apakah positif? atau negatif?

Biarlah masing-masing individu dan anda memutuskan dengan persepsinya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *