Istilah digital marketing yang wajib kamu pahami

istilah istilah pada digital marketing

Istilah digital marketing yang wajib kamu pahami karena terkadang kita menemukan beberapa istilah yang mungkin membuat kamu pusing, dengan artikel ini pastinya bisa membantu disaat bingung dan mengerti dengan berbagai macam istilah-istilah digital marketing yang membingungkan.

Istilah Digital Marketing

Pada era digital ini pastinya kita sering melihat berbagai macam istilah seperti ROI(return on investment), CPC(cost per click), CTR(click through rate), KPI(key performance indicator) dan banyak hal lainnya.

Hal ini kadang membuat kita bingung, sehingga kita perlu memahami istilah-istilah tersebut hingga dapat memahami data yang kita dapatkan untuk menjadikannya sebagai acuan untuk bergerak.

Digital marketing pastinya memiliki berbagai macam strategi mulai dari SEO, PPC, social media marketing hingga email marketing, masing-masing strategi memiliki istilah-istilah yang sulit dipahami jika kamu tidak memulai untuk mempelajarinya.

Pada artikel ini saya akan mencoba untuk menjabarkan secara rinci tentang istilah dalam dunia digital marketing.

Bebera isitlah juga saling berhubungan dengan masing-masing strategi, sediakan waktumu untuk fokus memahaminya dari sekarang.

Istilah Digital Marketing: KPI singkatan dari Key Performance Indicator

KPI dibutuhkan pada setiap tipe strategi digital marketing, dan dunia bisnis juga pastinya sering menggunakan istilah KPI ini karena manfaatnya yang sangat bagus, KPI memungkinkan kita dapat mengukur suatu metode dengan target tertentu, KPI bisa di implementasikan untuk menganalisa berbagai macam data, mulai dari pengunjung website, CTR, rate engagement media sosial, nounce rate, ROI dan sebagainya.

Contoh: KPI jumlah pengunjung website dalam waktu satu bulan

Istilah Digital Marketing: CPA singkatan dari cost per acquisition

CPA atau biaya perakuisi merupakan metrik yang bisa menghitung berapa biaya yang perlu kita keluarkan untuk mendapatkan seorang konsumen. kamu bisa menghitung biaya tersebut dengan membagi total jumlah penjualan dengan total jumlah biaya yang kamu keluargkan sebagai budget marketing.

Maka hasil dari perhitungan tersebut menjadi tootal biaya yang kamu butuhkan untuk bisa mendapatkan satu customer atau konsumen.

Nah selanjutnya kita bisa mengambil kesimpulan dari hasil tersebut, apakah biaya yang dikeluarkan cukup tinggi? apakah masih sesuai dengan margin yang didapatkan? apakah tepat dengan budget marketing setiap bulannya? jika terlalu tinggi maka kita bisa mempertimbangkan kampanye iklan yang lebih baik.

Istilah Digital Marketing: LAA singkatan dari Lookalike Audience

LAA atau marketer di Indonesia juga sering menyebutkan dengan istilah LLA, biasanya digunakan pada facebook ad dengan cara mengupload data konsumen seperti No. HP atau email ke sistem facebook, setelah itu Facebook akan mencarikan kita calon konsumen baru yang perilakunya mirip dengan audiences yang sudah kita miliki.

Misal kamu sudah memiliki ratusan database konsumen yang pernah membeli pemutih kulit, nah maka kamu akan dengan mudah untuk bisa mendapatkan komsumen baru dengan memanfaatkan data yang kamu punya, cukup kerenkan?

Maka tak heran kita sering mendengar istilah data adalah segalanya.

Jika kamu masih baru memulai, kamu bisa mencoba untuk membuat kampanye untuk mendapatkan database konsumen baru dengan berbagai strategi digital marketing.

Istilah Digital Marketing: A/B Testing

Selanjutnya adalah strategi yang cukup keren juga, beberapa marketer juga sering menyebutnya dengan istilah split test.

Saat kita memulai kampanye iklan, ada baiknya dan sangat disarankan untuk melakukan split test, yang artinya kita harus membuat 2-3 iklan yang mirip untuk mendapatkan iklan mana sih yang berjalan dengan baik.

Misalnya, saat kita membuat iklan di facebook, pastinya kita perlu mengetahui ad copy atau materi iklan mana yang terbaik, atau audience mana yang paling suka berbelanja di toko kamu, dengan split test kamu akan bisa mendapatkan kampanye iklan terbaik.

Dengan split test juga membantu kita menargetkan iklan kepada orang yang tepat, setelah kita mendapatkan iklan yang terbaik, nah kita tinggal mematikan iklan-iklan lain yang tidak memiliki performa maksimal.

Setelah itu, tinggal scale up deh iklan yang perfom dengan baik, atau sering disebut dengan winning campaign.

Sttt! bocoran, A/B testing juga bisa di implementasikan pada email marketing untuk mendapatkan kampanye email terbaik.

CPI singkatan dari Cost Per Impression

CPI merupakan istilah yang digunakan untuk menghitung berapa sering iklan kamu muncul dan ditampilkan kepada audience baik hanya sekedar dilihat saja maupun berinteraksi.

istilah ini juga mirip dengan sistem facebook ad yang menggunakan kata “reach”, namun reach lebih mengindikasikan kepada seberapa sering iklan anta dilihat oleh konsumen.

CPI membantu kita dalam mengenalkan brand kepada masyarakat, faktanya seseorang biasanya baru bisa mengingat brand kita setelah pernah melihat iklan kita lebih dari 7x(tujuh kali).

Istilah Digital Marketing: Lead Generation

Atau sering juga disebut dengan lead magned, istilah ini digunakan untuk kondisi bagaimana kita bisa memancing perhatian konsumen, banyak cara yang sering dilakukan marketer untuk memaksimalkan strategi ini, misalnya dengan memberikan give away/hadiah, ebook gratis, template gratis, penggunaan produk trial dan lainnya.

Berbagai software dan tool untuk lead magned juga banyak beredar, dengan tool ini kita bisa menganalisa konsumen seperti apa yang suka dengan penawaran yang kita berikan, dari hal-hal yang kita ber memungkinkan kita menukar dengan informasi konsumen seperti Email dan Np. HP.

Lead magned juga biasanya dipadukan dalam sales funnel, sehingga proses marketing tersistem secara otomatis.

CTR singkatan dari Click Through Rate

Saat menjalankan iklan di media sosial seperti facebook maupun instagram, kita akan melihat data yang menunjukkan seberapa banyak iklan kita di klik oleh calon konsumen/user, untuk mendapatkan data CTR maka kita harus membagi total klik tadi dengan jumlah tampilan atau impression, lalu jadikan hasil tersebut dalam sebuah persen.

Misal kita rumuskan:
CTR=x
Total klik=A
Total impression=B

Dengan data sampel:
x= x
A= 30
B=1000

Maka 30/1000= 3%
CTR= 3%

Istilah digital marketing: Engagement Rate

Pada sebuah artikel blog, status facebook, twitter, story instagram dll semuanya memiliki engagement rate atau nilai tingkat keterlibatan audience pada sebuah postingan.

Dengan melihat nilai ini maka kamu bisa tau seberapa banyak audience yang tertarik dan mau berinteraksi dengan brand kamu.

Berapa like? komentar? share? atau repost yang kamu dapatkan dalam kampanye ini? semua data tersebut termasuk kedalam kategori engagement rate.

Istilah digital marketing: Remarketing

Tidak dapat di pungkiri, jika sebagian kita mungkin adalah bagian dari objek atau target dari iklan remarketing setiap harinya.

Saya akan coba memberikan satu contoh sederhana, di pagi hari kamu mengunjungi sebuah website marketplace untuk mencari jam tangan(hedon lagi tanggal muda nih, haha), dan saat kamu melihat-lihat ternyata kamu belum memutuskan untuk membeli.

Siang harinya kamu membuka instagram atau facebook lalu secara tidak kamu sadari jam tangan yang kamu lihat lagi muncul di akun facebook kamu, instagram hingga blog-blog yang kamu kunjungi, mengapa demikian?

Sebagian sistem, sebut saja Facebook dan Google memiliki teknologi yang di sebut pixel(facebook) dan remarketing(google) yang nantinya pengiklan dapat memasang script agar bisa memahami perilaku pengguna/user/pembelanja pada situs dan aplikasi mereka.

halaman mana yang kamu kunjungi, tombol apa yang kamu klik dan berbagai kriteria lain dapat terbaca untuk bisa membantu pengiklan menargetkan ulang iklan mereka ke kamu biar kamu di kejar-kejar iklan terus, nah ini disebut remarketing.

Relevance Score & Quality Score

pada saat membuat iklan di facebook, biasanya kita akan menerima data relevance score untuk memberi tahu atau mengindikasikan seberapa baik iklan yang kamu buat, score ini diberikan oleh facebook pada setiap iklan yang kamu buat.

Dengan bantuan score ini kamu bisa menilai seberapa baik dan sesuai iklan kamu dengan target market yang kamu bidik.

Skalanya bisa mulai dari 1-10, semakin tinggi score yang diberikan facebook maka semakin relevan audience kamu dengan iklan.

Bagaimana dengan google? google juga memberikan hal yang sama saat kita mencoba menggunakan google ad, sistem akan memberikan score dengan istilan quality score.

Relevansi score yang baik akan berdampak baik terhadap respon user kepada iklan kamu, tidak hanya itu, harga iklan juga bisa di pengaruhi oleh score ini.

B2B & B2C

B2B atau singkatan dari Business to Business dan B2C atau singkatan dari Business to Customer adalah dua istilah marketing yang bisa menggambarkan sebuah bisnis.

Apakah market kamu juga bisnis lain? atau langsung berinteraksi dengan konsumen? beda market pastinya beda metode pendekatan yang digunakan.

maka akan sangat bagus sekali jika kamu bisa mengerti marketmu secara jelas.

CTA – Call To Action

Call to Action bisa beripa sebuah link, tombol atau gambar yang menarik perhatian agar memancing pengunjung untuk meng-klik, mengunjungi, membeli, menghubungi, membagikan, menginput data dan perilaku lainnya sesuai dengan apa kamu ingin user lakukan.

Call to action sering digunakan pada copywriting, email marketing, website dan landing page.

Dalam membuat CTA pastinya perlu dipertimbangkan tempat peletakan, warna, jenis font dan ukuran agar dapat dengan mudah menarik perhatian konsumen.

Istilah digital marketing: Buyer Persona

Ini juga salah satu hal yang menarik, buyer persona merupakan hal yang bisa memberikan ide kepada kita tentang kriteria konsumen yang mungkin tetarik dengan produk dan jasa yang kita tawarkan.

Buyer persona bisa berupa demografis seperti jenis kelamin, umur dan ketertarikan.

Buyer persona tidak bisa di karang-karang begitu saja, kamu harus mencari tau dengan cara riset terhadap target market kamu karena hal ini termasuk hal yang penting sehingga kita benar-benar dengan konsumen kita.

Buyer persona juga bisa termasuk kepada pekerjaan, gaya hidup, gaji, status, kesenangan, hobi hingga hal-hal yang mereka takutkan. dengan mengerti informasi-informasi tersebut kita bisa mencari tau solusi apa yang mungkin dibutuhkan oleh konsumen kamu dan kita dapat memberikan penawaran-penawaran yang tepat, karena konsumen sebenarnya ingin membeli solusi untuk masalah yang mereka hadapi, bukan produk.

Pixel

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya pada bagian retargetting, pixel ini adalah barisan kode program yang dapat di input pada halaman website dan aplikasi dengan tujuan untuk melacak berbagai kegiatan user di website atau aplikasi tersebut.

Dengan kode pixel ini nantinya data mengumpulkan berbagai data konsumen di website dan app, kamu juga bisa menggunakan pixel untuk menargetkan ulang iklan kamu ke user yang sudah melakukan hal-hal tertentu.

Pixel biasa terdiri dari beberapa baris code html dan javascript, tapi kamu tidak perlu takut, karena proses dalam menggunakan pixel cukup mudah, kamu hanya perlu mengcopy paste kode ke website kamu tepat seperti yang di instruksikan facebook.

SEO

Atau sering juga disebut dengan istilah Search engine optimization(optimasi mesin pencari) adalah strategi dan cara yang dapat membuat website kita mendapatkan hasil/ranking terbaik dari hasil pencarian google.

Banyak langkah-langkah yang tentunya dapat kamu implementasikan untuk memaksimalkan SEO, mulai dari riset kata kunci yang tepat, mengoptimasi website dan halaman dengan keyword tersebut, menulis artikel dan optimasi SEO onpage seperti backlink.

PPC- Pay Per Click

Sering disebut dengan PPC, konsepnya mirip seperti SEO, ketika kamu menginginkan hasil pencarian yang baik namun tanpa waktu yang lama, kamu bisa menggunakan PCC Google Ads.

Sedikit berbeda karena dengan google ad, kata kunci apapun yang kamu inginkan, setelah kamu sudah selesai mengatur kampanye iklan, maka iklan kamu akan segera muncul pada hasil pencarian google, sangat cocok bagi kamu yang sudah memiliki budget marketing yang cukup.

SEO dan PCC bisa bekerja dengan baik dengan cara masing-masing, kamu bisa memilih salah satunya, namun jika dijalankan keduanya akan memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis kamu.

DA – Domain Authority

Sebuah platform online tentang SEO membuat variabel ini dengan nilai mulai dari 1 hingga 100, metrik ini membantu melihat seberapa baik ranking domain website kamu di google.

Metrik ini dikembangkan oleh Moz, sebuah perusahaan software yang berfokus kepada SEO.

Misalnya, jika DA blog kamu 20 dan kamu mencoba mencari keyword yang pernah kamu bidik, lalu website yang tampil ternyata memiliki DA dengan nilai 50-80, maka kamu mungkin akan sulit membidik kata-kunci tersebut.

PA – Page Authority

Setiap halaman pada website kamu memiliki peringkat, penting sekali untuk memastikan bahwa kita telah mendistribusikan PA secara merata pada website kita.

Misalnya, jika kamu memiliki sebuah halaman website(katakanlah halaman utama) pada websitemu dan telah memiliki ranking di posisi teratar halaman satu pastinya akan sangat baik sekali, namun bagaimana dengan halaman-halaman lain? semakin banyak halaman yang memiliki rank tinggi dengan matrik PA, maka akan semakin besar kemungkinan kamu untuk bisa mendapatkan hasil pencarian terbaik dengan mudah.

Istilah digital marketing: Bounce Rate

Bounce rate adalah istilah SEM, yang akan muncul saat seorang pengguna mengunjungi website kamu hanya pada satu halaman website.

Dengan bantuan google analytics nantinya kita bisa melihat data bounce rate dari website kamu.

Jika nilainya terlalu tinggi, maka kamu harus mengoptimalkan ulang, semakin banyak halaman yang dikunjungi dan semakin banyak waktu yang dihabiskan seorang user pada website kamu, maka akan semakin berpengaruh terhadap hasil pencarian kamu.

Bounce rate juga berlaku pada email marketing, sebuah bounce rate pada strategi email marketing adalah persentase email yang tidak sampai pada sebuah kampanye email. jika bounce rate kamu tinggi, maka mungkin ada sedikit masalah dengan sistem email kamu atau domain kamu.

Bounce rate bisa dikategorikan dengan dua buah tipe, yaitu hard bounce dan soft bounce.

List Segmentation

List segmentation bisa membantu kita pada saat ingin membuat otomatisasi, ada banyak cara untuk mengkategorikan sebuah list email – dengan umur, tempat tinggal, konsumen bari dll. list ini nantinya dapat dingunakan untuk otomatisasi email atau funnel.

CTR – Click Through Rate

istilah digital marketing terakhir, CTR ini tidak hanya berlaku pada PCC ad seperti facebook ad dan google ad, namun juga email markteng.

Saat menggunakan email marketing pastinya kita menginginkanĀ  audience untuk sering membuka, membaca sehingga mereka mendapatkan penawaran baru dan tetap mengunjungi website kamu.

Interaksi pada email marketing dapat dilihat melalui open rate dan CTR, seberapa sering mereka tertarik untuk membuka email danĀ  masuk ke website kamu dari email yang mereka terima, metrik ini nantinya akan bekerjasama karena tidak mungkin seseorang bisa mengunjungi website kamu tanpa membuka email yang mereka terima, dan hal email marketing pastinya.

Kamu sudah selesai

Apakah kamu sudah memahami beberapa istilah-istilah marketing tersebut? saya paham beberapa istilah digital marketing ini mungkin masih sulit untuk dipahami, namun dengan kamu berusaha untuk memahami dan praktek nantinya akan dapat membantu kamu untuk meningkatkan ROI, membuat iklan yang lebih baik dan mudah dalam mencari tau kampanye yang tidak berjalan dengan baik, lalu tau cara terbaik untuk memperbaikinya. Semoga membantu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *